Dokter-online.co.nr

Portal kesehatan indonesia & konsultasi kesehatan gratis

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Get Flash to see this player.

Waspadai Penyakit Musim Pancaroba!

jajan pinggir jalanDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Jatim, mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai serangan penyakit pada musim pancaroba.
    
Kasi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Magetan, Suwarno, Rabu, mengatakan, penyakit yang perlu diwaspadai pada musim pancaroba di antaranya, penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, dan demam berdarah dengue (DBD).
penjual tepi jalan
Biasanya penyakit yang menyerang pada musim pancaroba adalah diare, ISPA, dan DBD. Namun, secara mayoritas penyakit DBD di musim ini akan mengalami penurunan dan menghilang pada pertengahan tahun hingga Bulan Agustus mendatang," katanya.

Menurut dia, serangan beberapa penyakit ini, karena peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, sehingga air bersih sulit didapat. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kondisi kesehatan lingkungan.

"Biasanya, ISPA, diare dan DBD ini kebanyakan menyerang kepada anak-anak. Karenanya, para orang tua dituntut untuk memperhatikan kondisi fisik si buah hati. Asupan gizi dan jam istirahat perlu diperhatikan, demikin juga kebersihan lingkungan sekitar dan penggunaan air bersih," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jumlah kasus diare tahun 2008 hingga Maret tahun 2009 cukup tinggi, yakni mencapai ribuan kasus. Namun, pihak Dinkes Magetan mengaku lebih konsentrasi terhadap penyakit DBD, karena penyakit ini lebih membahayakan.

"Tingkat kematian DBD lebih tinggi dibanding akibat kasus diare atau ISPA. Sehingga fokus kami lebih banyak pada penanganan DBD, meski diare dan ISPA juga tidak ditinggalkan," katanya menerangkan.

Data dari Dinkes Magetan menyebutkan, jumlah kasus DBD tahun 2008 mencapai 335 kasus, dengan tiga kasus di antaranya meninggal dunia. Sedangkan hingga pertengahan April tahun ini, tercatat sebanyak 95 kasus DBD.

"Untuk kasus ISPA tahun 2008 di Magetan mencapai 115 kasus dan diare mencapai ribuan. Namun tidak ada kasus kematian," katanya.

Selain imbauan kepada masyarakat untuk waspada, pihak dinkes juga melakukan penyuluhan pencegahan penyakit dini kepada petugas kesehatan di puskesmas masing-masing kecamatan yang ada di Magetan.

"Diharapkan, dengan sistem pencegahan kewaspadaan dini itu, maka petugas puskesmas sebagai ujung tombak dapat berperan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan penyuluhan serta pengobatan ke warga," katanya.

Pencegahan penyakit tersebut diwujudkan, dengan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, mengubur, menutup), makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan abatisasi. 
 
 
Kompas , 15 April 2009 

Comments

Name *
Email (For verification & Replies)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
 

Pemasangan iklan hub webmaster

iklan-iklan

Featured ads:

Pencarian